Senin, 17 Desember 2007
BELANTARA MENARA DI KAMPUS: Manfaat dan Kerugian
Oleh: Sis Soesetijo
Peningkatan jumlah pelanggan ponsel baik sistem GSM maupun CDMA membuat para operator seluler harus meningkatkan layanan dengan baik. Kalau tidak, pelanggannya akan berpindah ke operator kompetitor. Walau kadang-kadang, alasan perpindahan itu bisa susah masuk di akal, di luar faktor layanan itu. Salahsatu peningkatan layanan adalah membuka, menambah dan memperluas coverage area dengan mendirikan menara-menara telekomunikasi sebagai tempat untuk pemasangan perangkat BTS/BSC. Perangkat BTS ini yang langsung berinteraksi dengan ponsel pelanggan. Makin dekat dengan menara/perangkat BTS, semakin kuat sinyal ponsel pelanggan.
Pada kolom berita detikInet dengan judul BTS kokoh berdiri, siswa-siswi tetap gaptek, tulisan tersebut menuturkan bahwa di daerah Deli Serdang, Medan, penempatan menara dengan perangkat BTS di sebuah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) samasekali tidak memberikan manfaat pada siswa-siswa. Mereka tetap saja gaptek (gagap teknologi), fasilitas komputerpun mereka ngga punya apalagi akses internet. Bahkan menara BTS pun, mereka pasti ngga tahu apa itu.
Penulis melihat kondisi ini begitu ironis, benarkah seperti ini : kemajuan teknologi telekomunikasi tidak sertamerta memberi manfaat positif buat lingkungan sekitarnya. Ada kesan baik operator maupun sekolah, tidak mengetahui betul jeroan teknologi ini minimal manfaatnya bagi mereka. Pihak sekolah dan operator hanya deal membangun menara BTS ini untuk manfaat jangka pendek. Pihak sekolah mungkin hanya menerima manfaat materi/finansial dari perjanjian penempatan menara BTS ini di lokasi sekolah dari pihak operator. Pun pihak operator tidak menawarkan alternatif kompensasi atas perjanjian kerjasama ini.
DAERAH CAKUPAN (COVERAGE AREA)
Menambah atau memperluar daerah cakupan (coverage area) merupakan obat mujarab bagi operator untuk meningkatkan layanan. Sebelumnya di daerah itu sinyalnya masih lemah (bahkan tidak
ada sama sekali), dengan dibangunnya BTS baru, sinyal menjadi lebih kuat. Dengan daerah cakupan yang baru, operator mendapatkan pelanggan baru. Salahsatu operator telah mengiklankan diri bahwa daerah cakupannya sudah sampai pada tingkat kecamatan. Ini berarti (kalau memang benar) pada setiap kecamatan, operator itu mendirikan menara pemancar/penerima (BTS).
Peningkatan daerah layanan dengan menambah atau memperluas area cakupan berarti juga mendirikan menara untuk dipasangi perangkat BTS. Pendirian menara memang harus dilakukan karena untuk menjadikan daerah tersebut menjadi daerah cakupan operator seluler membutuhkan lokasi tinggi tertentu agar BTS mampu mentransmisikan gelombang radionya dengan baik sehingga antara pelanggan ponsel dengan perangkat BTS tidak banyak mengalami gangguan fading. Pelanggan akan merasakan sinyal ponselnya lebih kuat.
Penggantian menara dengan gedung-gedung tinggi di daerah perkotaan untuk siap dan layak dibangun dan ditempati perangkat BTS tidak selalu memudahkan para operator. Malahan kadang memperbanyak kendala-kendala non-teknis. Umumnya operator cenderung menggunakan gedung tinggi sebagai tempat mendirikan menara sehingga ketinggian menara yang akan dibangun bisa berkurang. Coba kita lihat 3 buah menara di gedung fakultas psikologi Ubaya Tenggilis. Mereka mendirikan menara setinggi antara 10-15 meter diatas gedung PE dan PD berlantai 4. Menara sebanyak 3 buah berarti juga 3 operator seluler berada pada daerah cakupan itu. Perhatikan gambar 1 dimana 3 buah menara itu berada. Apabila kita perhatikan juga (tidak nampak di gambar), di sisi utara kampus Ubaya terdapat 2 menara milik 2 operator yang berberbeda dengan jarak tak lebih dari 20 meter. Apabila kita perhatikan secara seksama dari kelima menara itu, ada satu menara yang belum terpakai sampai detik ini dan hanya ada satu menara yang dipakai secara bersama-sama walau masih dalam lingkup payung operator yang sama. Yang dimaksud dipakai bersama-sama di sini adalah dengan menggunakan menara yang sama, mereka menempatkan perangkat BTS (termasuk antena) yang berbeda. Untuk daerah cakupan sectorized, ada 3 antena yang dipasang di atas menara itu untuk mencakup 3 sektor. Operator menempatkan 3 BTS untuk 3 antena pada ketinggian yang sama. Sisa ruang pada menara bisa dimanfaatkan oleh operator yang lain, atau operator yang sama dengan teknologi yang berbeda/sama dan frekuensi yang berbeda pula tentunya.
Pemakaian bersama-sama ini juga harus mempertimbangkan persyaratan teknis tergantung pada perangkat yang digunakan, apakah dari vendor yang sama atau tidak, karena masing-masing vendor BTS mempunyai spesifikasi yang unik. Itu belum termasuk penempatan antena pada tiap-tiap operator, apakah menempati ketinggian yang sama/tidak dan pada posisi sektor yang sama/tidak. Penempatan yang salah bukan malah memperluas coverage area, bisa-bisa mengacaukan semua sinyal pada daerah itu.
MANFAAT
Mereka membangun BTS-BTS ini di dalam kampus, karena terdapat pelanggan yang sangat potensial, Ubaya memiliki ribuan mahasiswa, dimana (hampir) setiap mahasiswa pasti memiliki ponsel. Jadi operator tidak perlu berpikir panjang lagi untuk menempatkan menaranya di dalam lokasi atau dekat lokasi kampus. Prospek sebagai mesin uang bagi operator sudah nampak di depan mata.
Operator biasanya menawarkan kompensasi materi sebagai ongkos pengganti tempat untuk mendirikan menara itu pada jangka waktu tertentu. Pihak sekolah/kampus pasti setuju dengan skema kompensasi itu, mungkin yang agak alot barangkali besaran kompensasinya. Hal ini lumrah terjadi dimana-mana bukan hanya pihak sekolah sebagai pemilik lahan, namun juga pemilik lahan atau gedung yang tempatnya dijadikan lahan penempatan menara operator. Operator hanya menawarkan kompensasi seperti itu dan tidak ada alternatif lainnya.
Benarkan, kita tidak mendapatkan manfaat apa-apa selain kompensasi materi...?
Salahsatu yang bisa kita manfaatkan adalah penggunaan radiolink sebagai alternatif akses internet broadband. Operator menggunakan radiolink gelombangmikro sebagai penghubung antara BTS dengan BSC/MSC. Gelombang mikro yang digunakan operator bervariasi dari frekuensi 4 Ghz sampai 23 Ghz. Kapasitas yang digunakan mulai dari 8 Mbps (4x2 Mbps) sampai ratusan Mbps. Tidak semua kapasitas yang terpasang digunakan optimal oleh operator, ada sisa kapasitas yang tidak/belum terpakai. Ada yang digunakan sebagai spare saja apabila terjadi gangguan pada multiplexer-nya. Bahkan kadang, digunakan sebagai repeater untuk lokasi menara yang letaknya berdekatan.
Kompensasi penggunaan radiolink sebagai akses internet bagi sekolah yang seharusnya bisa dirundingkan antara operator dengan pihak sekolah/kampus. Beberapa operator besar mempunyai produk ISP (internet service provider), produk ISP operator ini dapat digandeng dengan radiolink yang telah dibangun di lokasi sekolah sebagai sarana akses internet broadband sebagai kompensasi yang berkualitas dibanding hanya kompensasi materi saja. Ini salahsatu solusi untuk mengurangi jurang teknologi dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh operator di lokasi menara BTS itu. Contoh di atas hanya salahsatu benefit yang bisa dimanfaatkan, selain benefit dengan skema bisnis yang lain yang jauh menguntungkan kedua belah pihak.
KERUGIAN
Perangkat telekomunikasi seluler (BTS/BSC) yang terpasang di menara dilokasi kampus/sekolah/gedung umumnya dilengkapi sistem instalasi listrik yang sangat baik dan sistem proteksi yang handal. Kehandalan sistem proteksi yang baik digunakan untuk melidungi perangkat BTS, BSC, microwave dan sistem catudaya dari hantaman petir baik secara langsung dan tidak langsung. Perangkat BTS ini benar-benar harus terlindung juga dari panas, oleh karena itu suhu radioroom terjaga pada suhu 22o atau kurang. Radioroom dilengkapi sistem pentanahan (grounding system) yang terintegrasi dengan baik antara satu perangkat dengan yang lain.
Namun instalasi listrik tuan rumah (tempat yang punya lahan/gedung) belum tentu dilengkapi sistem proteksi yang baik dengan instalasi listrik yang bagus. Pengaruh induksi petir yang dihantarkan oleh menara ke sistem instalasi tuan rumah akan menghancurkan perangkat listrik yang dimilikinya apabila sistem proteksi yang ada tidak ada/buruk atau tidak terintegrasi dengan sistem proteksi yang dimiliki menara operator. Integrasi sistem pentanahan antara menara operator dengan punya tuan rumah harus dilakukan untuk mengeliminir perbedaan impedansi melalui busbar grounding sehingga perbedaan potensial dapat diminimalkan. Perlu diingat bahwa arus listrik mengalir karena ada perbedaan impedansi sistem. Perangkat listrik/elektronik memiliki spesifikasi yang berbeda, ada yang sangat sensitif terhadap spike tegangan/arus, seperti misalnya komputer, modem, PABX, pesawat telepon, hub/switch dll. Coba bayangkan berapa perangkat elektronik yang rusak hanya gara-gara sistem proteksi yang amburadul.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar