
Gambar 1. Konsep Seluler dalam representasi lingkaran dan ponsel

Gambar 2. Jaringan GSM


gambar 3. Tampilan kanal dan time slot pada ponsel Nokia 6110

gambar 4. Pembagian Spektrum Frekuensi GSM 900
Oleh : Sis Soesetijo
Sebagai alat komunikasi bergerak, ponsel (telepon seluler) tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi secara lisan (voice) dan tulis (sms) namun juga sebagai media akses untuk berselancar di dunia maya. Selain fungsi tersebut, ternyata ponsel juga dapat digunakan sebagai alat ukur sekaligus media pembelajaran teknologi dasar seluler. Untuk memahaminya berikut akan diuraikan secara runtut tentang teknologi seluler dari konsep dasar sampai pemahamannya dengan menggunakan media ponsel untuk memonitor jaringan GSM. Di tengah-tengah menjamurnya pengguna ponsel GSM, mudah-mudahan uraian berikut bisa memberi nilai tambah pengetahuan sehingga kita bukan hanya sekedar end-user.
KONSEP SELULER
Kata seluler sendiri berasal dari kata sel. Sel yang kita kenal merupakan satuan paling kecil yang menyusun tubuh makhluk hidup. Dalam teknologi seluler sendiri, daerah layanan (coverage area) dibagi kecil-kecil menjadi seperti sel, sehingga daerah layanan seluas kota DKI Jakarta dibagi menjadi ratusan sel-sel. Jadi total kalau daerah layanan seluas Indonesia ini bakal ada ribuan sel-sel yang membentuk jaringan besar. Untuk membedakan antara satu sel dengan sel yang lain maka masing-masing sel diberi identitas, sehingga antar sel tidak mungkin sama. Tidak sama dalam hal baik muatan kanal-kanal frekuensinya maupun parameter yang lain.
Dalam jaringan GSM, identitas sel ini disebut Cell Identity (CI). Kumpulan beberapa sel membentuk kelompok besar yang disebut Local Area. Jadi ribuan sel-sel itu akan dikelompokkan dalam Local Area yang jumlahnya bisa ratusan atau ribuan tergantung kapasitas masing-masing local area. Local Area ini masing-masing juga memiliki identitas (LAI, Local Area Identity) sebagai pembeda dengan yang lain. Demikian juga selanjutnya Local Area bakal membentuk jaringan GSM yang disebut Mobile Network Code (MNC).Untuk mempermudah pemahaman lihat gambar 1 dengan peraga ponsel Siemens SL-45. Tampilan netmonitor baik siemens SL45 maupun nokia 6110 tersebut dimunculkan dengan software ssgc dengan sistem operasi windows (seri siemens 55 ke bawah) atau gnokii dengan sistem operasi GNU/Linux (nokia seri DCT3). Keduanya dapat dicari dan didownload di internet dengan mudah.
Tiap-tiap jaringan GSM baik 900 maupun 1800 ini mempunyai MNC yang berbeda-beda. Seperti Jaringan GSM Satelindo/Indosat mempunyai kode 01 dan Telkomsel kode 10. Tiap jaringan GSM negara kita (MCC, Mobile Country Code) dengan jaringan GSM negara yang lain juga pasti beda. Indonesia mempunyai kode awalan 510. Kode 510 ini biasanya muncul waktu kita melihat nomor IMSI (International Mobile Subscriber Identity). Baik kode MNC dan MCC dapat dilihat pada gambar satu setelah teks LAI. Pada gambar tersebut tertulis 15F010, artinya MCC-nya 510 dengan MNC-nya 01 . Dari kode ini diketahui siapa operatornya. Detil kode MNC dan MCC tiap operator dapat dilihat pada tabel 1.
Dari gambar 1 konsep sel di atas dapat dilihat bahwa CI merupakan daerah layanan terkecil dalam jaringan GSM. CI dengan nomor F570 (hexa) ini dalam implementasinya merupakan identitas untuk BTS (Base Transceiver System). Tiap BTS-BTS itu menghuni sel masing-masing. Jadi singkatnya identitas sel juga merupakan identitasnya BTS. BTS sendiri merupakan ujung tombak dalam jaringan GSM. Kontak langsung ponsel pengguna adalah dengan BTS ini. Kualitas sinyal ponsel (kuat-lemahnya) sangat bergantung pada kualitas BTS-nya. Gambar 1 menunjukkan daya terimanya sebesar -71 dBm. Itu berarti bahwa BTS memancarkan daya sebesar minus tujuhpuluh satu dBm pada ponsel (pada kondisi idle). Sedangkan LAI berkode 3214 itu merupakan identitas BSC ( Base Station Controller). Jelasnya BSC ini membawahi beberapa BTS. Selanjutnya di atas BSC terdapat MSC ( Mobile Switching Center). Demikian juga MSC membawahi beberapa BSC. Dalam jaringan GSM, MSC itu setara dengan sentral telepon di Telkom (STO). Antara jaringan GSM Telkomsel dengan Satelindo mempunyai kode yang berbeda.
TEKNOLOGI MULTIPLE ACCESS
Teknologi GSM baik 900 maupun 1800/1900 MHz menggunakan teknologi multiple access hybrid FDMA dan TDMA. Teknologi ini membagi spektrum frekuensi GSM menjadi beberapa kanal frekuensi (CH) pada tiap kanal frekuensi terbagi lagi menjadi 8 slot (8 TS) yang berbeda-beda. Jadi 1 CH = 8 TS, dimulai dari kanal 1 sampai kanal 124 dan dari TS (Time Slot) 0 sampai dengan TS 7. Pada gambar 3 menunjukkan user dalam kondisi dedicated sedang menduduki kanal 36 dengan TS 3. Kanal dan timeslot ini , oleh pengguna lain sudah tidak bisa dipakai lagi. Pengguna lain boleh pakai selain kanal 36 dan timeslot 3 yaitu kanal 36/TS 0, 36/TS 1 dan seterusnya selain TS 3.
Dengan demikian kapasitas tiap kanal frekuensi ini dapat dipakai secara bersamaan oleh 8 pengguna tanpa terasa ternganggu satu sama lain. Jumlah 124 kanal berarti ada 992 pembicaraan secara simultan (124 x 8). Dengan jumlah pelanggan GSM yang jumlahnya puluhan juta, penggunaan kanal frekuensi ini harus diulang (frequency re-use) dalam beberapa sel dengan lokasi yang beda tentunya. Jarak antara sel yang menggunakan kanal yang sama harus mengikuti formulasi tertentu agar tidak terjadi interferensi antar kanal itu. Interferensi ini akan menurunkan kualitas sinyal GSM.
Pembagian spektrum frekuensi GSM 900 telah diatur oleh pemerintah pada 3 operator GSM yaitu Satelindo, Telkomsel dan XL. Kanal selebar 25 MHz dibagikan kepada 3 operator. Dengan perincian 10 MHz pertama diambil satelindo, sisanya dibagi rata antara telkomsel dan XL. Berarti juga, satelindo pegang kanal 1 sampai 50, telkomsel kanal 51-87 dan XL kanal 88-124 (lihat gambar 4).
PENUTUP
Dengan menggunakan sarana ponsel ini, kita juga biss melihat kuat dan lemahnya sinyal ponsel dimanapun berada, sehingga paling tidak hal ini sebagai acuan untuk membeli kartu GSM apa yang bisa dipakai di daerah kita sedang berada. Apabila kita menggunakan petunjuk bar sinyal saja, hal itu tidak cukup karena tampilan bar tiap merek ponsel pasti berbeda. Pada ponsel Nokia pada bar ke 2, menunjukkan -85 dBm, sedangkan siemens bisa -90 dBm. Selain hal di atas yang terpenting kita juga bisa mendapat pengetahuan dasar tentang GSM, bukan hanya sekelas user.
Sebagai alat komunikasi bergerak, ponsel (telepon seluler) tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi secara lisan (voice) dan tulis (sms) namun juga sebagai media akses untuk berselancar di dunia maya. Selain fungsi tersebut, ternyata ponsel juga dapat digunakan sebagai alat ukur sekaligus media pembelajaran teknologi dasar seluler. Untuk memahaminya berikut akan diuraikan secara runtut tentang teknologi seluler dari konsep dasar sampai pemahamannya dengan menggunakan media ponsel untuk memonitor jaringan GSM. Di tengah-tengah menjamurnya pengguna ponsel GSM, mudah-mudahan uraian berikut bisa memberi nilai tambah pengetahuan sehingga kita bukan hanya sekedar end-user.
KONSEP SELULER
Kata seluler sendiri berasal dari kata sel. Sel yang kita kenal merupakan satuan paling kecil yang menyusun tubuh makhluk hidup. Dalam teknologi seluler sendiri, daerah layanan (coverage area) dibagi kecil-kecil menjadi seperti sel, sehingga daerah layanan seluas kota DKI Jakarta dibagi menjadi ratusan sel-sel. Jadi total kalau daerah layanan seluas Indonesia ini bakal ada ribuan sel-sel yang membentuk jaringan besar. Untuk membedakan antara satu sel dengan sel yang lain maka masing-masing sel diberi identitas, sehingga antar sel tidak mungkin sama. Tidak sama dalam hal baik muatan kanal-kanal frekuensinya maupun parameter yang lain.
Dalam jaringan GSM, identitas sel ini disebut Cell Identity (CI). Kumpulan beberapa sel membentuk kelompok besar yang disebut Local Area. Jadi ribuan sel-sel itu akan dikelompokkan dalam Local Area yang jumlahnya bisa ratusan atau ribuan tergantung kapasitas masing-masing local area. Local Area ini masing-masing juga memiliki identitas (LAI, Local Area Identity) sebagai pembeda dengan yang lain. Demikian juga selanjutnya Local Area bakal membentuk jaringan GSM yang disebut Mobile Network Code (MNC).Untuk mempermudah pemahaman lihat gambar 1 dengan peraga ponsel Siemens SL-45. Tampilan netmonitor baik siemens SL45 maupun nokia 6110 tersebut dimunculkan dengan software ssgc dengan sistem operasi windows (seri siemens 55 ke bawah) atau gnokii dengan sistem operasi GNU/Linux (nokia seri DCT3). Keduanya dapat dicari dan didownload di internet dengan mudah.
Tiap-tiap jaringan GSM baik 900 maupun 1800 ini mempunyai MNC yang berbeda-beda. Seperti Jaringan GSM Satelindo/Indosat mempunyai kode 01 dan Telkomsel kode 10. Tiap jaringan GSM negara kita (MCC, Mobile Country Code) dengan jaringan GSM negara yang lain juga pasti beda. Indonesia mempunyai kode awalan 510. Kode 510 ini biasanya muncul waktu kita melihat nomor IMSI (International Mobile Subscriber Identity). Baik kode MNC dan MCC dapat dilihat pada gambar satu setelah teks LAI. Pada gambar tersebut tertulis 15F010, artinya MCC-nya 510 dengan MNC-nya 01 . Dari kode ini diketahui siapa operatornya. Detil kode MNC dan MCC tiap operator dapat dilihat pada tabel 1.
Dari gambar 1 konsep sel di atas dapat dilihat bahwa CI merupakan daerah layanan terkecil dalam jaringan GSM. CI dengan nomor F570 (hexa) ini dalam implementasinya merupakan identitas untuk BTS (Base Transceiver System). Tiap BTS-BTS itu menghuni sel masing-masing. Jadi singkatnya identitas sel juga merupakan identitasnya BTS. BTS sendiri merupakan ujung tombak dalam jaringan GSM. Kontak langsung ponsel pengguna adalah dengan BTS ini. Kualitas sinyal ponsel (kuat-lemahnya) sangat bergantung pada kualitas BTS-nya. Gambar 1 menunjukkan daya terimanya sebesar -71 dBm. Itu berarti bahwa BTS memancarkan daya sebesar minus tujuhpuluh satu dBm pada ponsel (pada kondisi idle). Sedangkan LAI berkode 3214 itu merupakan identitas BSC ( Base Station Controller). Jelasnya BSC ini membawahi beberapa BTS. Selanjutnya di atas BSC terdapat MSC ( Mobile Switching Center). Demikian juga MSC membawahi beberapa BSC. Dalam jaringan GSM, MSC itu setara dengan sentral telepon di Telkom (STO). Antara jaringan GSM Telkomsel dengan Satelindo mempunyai kode yang berbeda.
TEKNOLOGI MULTIPLE ACCESS
Teknologi GSM baik 900 maupun 1800/1900 MHz menggunakan teknologi multiple access hybrid FDMA dan TDMA. Teknologi ini membagi spektrum frekuensi GSM menjadi beberapa kanal frekuensi (CH) pada tiap kanal frekuensi terbagi lagi menjadi 8 slot (8 TS) yang berbeda-beda. Jadi 1 CH = 8 TS, dimulai dari kanal 1 sampai kanal 124 dan dari TS (Time Slot) 0 sampai dengan TS 7. Pada gambar 3 menunjukkan user dalam kondisi dedicated sedang menduduki kanal 36 dengan TS 3. Kanal dan timeslot ini , oleh pengguna lain sudah tidak bisa dipakai lagi. Pengguna lain boleh pakai selain kanal 36 dan timeslot 3 yaitu kanal 36/TS 0, 36/TS 1 dan seterusnya selain TS 3.
Dengan demikian kapasitas tiap kanal frekuensi ini dapat dipakai secara bersamaan oleh 8 pengguna tanpa terasa ternganggu satu sama lain. Jumlah 124 kanal berarti ada 992 pembicaraan secara simultan (124 x 8). Dengan jumlah pelanggan GSM yang jumlahnya puluhan juta, penggunaan kanal frekuensi ini harus diulang (frequency re-use) dalam beberapa sel dengan lokasi yang beda tentunya. Jarak antara sel yang menggunakan kanal yang sama harus mengikuti formulasi tertentu agar tidak terjadi interferensi antar kanal itu. Interferensi ini akan menurunkan kualitas sinyal GSM.
Pembagian spektrum frekuensi GSM 900 telah diatur oleh pemerintah pada 3 operator GSM yaitu Satelindo, Telkomsel dan XL. Kanal selebar 25 MHz dibagikan kepada 3 operator. Dengan perincian 10 MHz pertama diambil satelindo, sisanya dibagi rata antara telkomsel dan XL. Berarti juga, satelindo pegang kanal 1 sampai 50, telkomsel kanal 51-87 dan XL kanal 88-124 (lihat gambar 4).
PENUTUP
Dengan menggunakan sarana ponsel ini, kita juga biss melihat kuat dan lemahnya sinyal ponsel dimanapun berada, sehingga paling tidak hal ini sebagai acuan untuk membeli kartu GSM apa yang bisa dipakai di daerah kita sedang berada. Apabila kita menggunakan petunjuk bar sinyal saja, hal itu tidak cukup karena tampilan bar tiap merek ponsel pasti berbeda. Pada ponsel Nokia pada bar ke 2, menunjukkan -85 dBm, sedangkan siemens bisa -90 dBm. Selain hal di atas yang terpenting kita juga bisa mendapat pengetahuan dasar tentang GSM, bukan hanya sekelas user.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar